img

Apakah “Lebaran” itu ?

Penulis: Matoha, | Terbit: 01 Mei 2022 | Dibaca: 183 kali

YosukeNewsLebaran yang kembali dirayakan pada Senin, 2 Mei 2022, adalah momen penting bagi umat Islam di Indonesia. Penulis meyakini masih banyak orang yang belum memahami arti dari kata Lebaran. Kata lebaran termasuk dari salah satu bahasa yang berkembang di Jawa yaitu, bahasa Kawi yang artinya selesai atau tuntas.

Makna tersebut memiliki kaitannya dengan kebiasaan orang Hindu usai melakukan Upawasa. Tradisi upawasa ini merupakan akar kata puasa dalam bahasa Indonesia yang telah mengalami perubahan morfologis, yang dalam bahasa Jawa sering disebut dengan istilah poso.

Upawasa dikaitkan dengan menahan lapar haus sesuai tradisi Hindu. Di Islam ada kebiasaan serupa yang disebut shaum atau puasa. Dalam tradisi Hindu, Upawasa diakhiri dengan sebuah perayaan sebagai simbol menyelesaikan tugas atau niat dalam melakukan tradisi tersebut. Hal inilah yang kemudian disebut dengan Lebaran.

Meskipun banyak pendapat mengenai asal usul katanya, satu hal yang pasti bahwa kata Lebaran mengusung makna telah selesainya tuntutan dari agama atau kepercayaan masyarakat. Maksud ketuntasan di sini adalah ketuntasan umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Kata Lebaran juga dapat menjadi sebuah harapan agar hati dan pikiran umat muslim diberi keluasan maupun kelimpah-ruahan untuk membuka pintu maaf. Setidaknya kata Lebaran menyimbolkan 4 penguraian maknanya yakni:

1. Lebaran bermakna selesai atau atau terbukanya ampunan.

2. Lebaran bermakna luberan, dalam hal ini berarti meluber atau melimpah yang merupakan simbol ajaran bersedekah untuk orang yang membutuhkan dengan berzakat.

3. Lebaran juga diartikan dengan leburan. Maknanya, melebur kesalahan dengan saling memaafkan atas segala kesalahan.

4. Lebaran bermakna laburan sebagai simbol manusia untuk selalu menjaga kesucian dan kebersihan.

Dalam bahasa Arab sering disebut dengan istilah Idul Fitri, yang berarti kembali menjadi suci. di SMAS K YOS SUDARSO KEPANJEN, saat Lebaran tiba dimanfaatkan warga sekolah yang beragama non musilm untuk berkunjung ke rumah warga sekolah yang beragama Islam. Kegiatan kunjungan ini sudah menjadi tradisi yang mengakar dan selalu dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tidak ketinggalan siswa-siswi pun juga turut berpartisipasi melakukan kunjungan ke rumah para guru yang beragama Islam. Bahkan tidak jarang para Alumnus SMAS K YOS SUDARSO KEPANJEN juga tidak melupakan acara kunjungan ini. 

Jadi kegiatan kunjungan saat Lebaran dapat dijadikan sebagai media untuk menyambung tali persaudaraan diantara warga sekolah. Ini adalah bukti praktik baik yang perlu untuk terus dibudayakan di lingkungan sekolah. Maka Ayooo. Kita melakukan kunjungan saat Lebaran nanti.