img

BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH PADA INJIL

Penulis: Patricia | Terbit: 17 Februari 2021 | Dibaca: 120 kali

YosukeNewsHari ini, Rabu (17/2/2021), umat Katolik di seluruh dunia merayakan Rabu Abu. Rabu Abu jadi tanda umat Katolik memasuki masa Prapaskah (masa tobat) dalam liturgi gerejawi. Terhitung sejak Rabu Abu, umat Katolik akan melangsungkan masa pertobatan selama 40 hari tanpa menghitung hari Minggu. Masa ini akan genap pada Sabtu sebelum perayaan Minggu Palma. Angka 40 mengingatkan umat Katolik akan perjalanan bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun dan puasa Yesus selama 40 hari.

Dalam tulisannya di laman Komisi Kateketik Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkat KWI), Fransiskus Emanuel da Santo, sekretaris Komkat KWI berkata bahwa masa masa pertobatan ini akan diisi puasa, pantang, matiraga dan amal kasih. “Masa Pra-paskah ini diisi dengan: Puasa, pantang, matiraga, doa dan amal kasih. Melalui puasa, pantang dan matiraga, kita belajar melepaskan diri dari keterikatan duniawi dan kecenderungan-kecenderungan atas keinginan manusiawi kita yang tidak teratur dan tidak sejalan dengan kehendak Tuhan, lalu menyesuaikan diri dan hidup kita dengan kehendak Tuhan sehingga dapat bersatu dengan Tuhan dan sesama. Melalui doa, ibadah dan penerimaan Sakramen, kita mohon bantuan Tuhan sekaligus menimba rahmat dan kekuatan dari Tuhan yang menyanggupkan kita hidup seturut kehendak-Nya dalam ziarah menuju persatuan abadi dengan-Nya. Melalui Perbuatan-perbuatan amal kasih, kita mewujudkan kesetiakawanan, solidaritas sebagai orang beriman dengan orang lain yang susah dan menderita,” tulis Fransiskus dalam laman Komkat KWI. 

 

Praktik puasa harus dijiwai dengan sikap dasar kasih yang tulus karena Yesus meminta kita untuk melakukan kewajiban agama bukan untuk dilihat, bukan dengan cara pamer. Bertobat kepada Tuhan harus disertai niat yang tulus ikhlas, dan niat itu harus diungkapkan dengan cara yang kongkrit. Selamat memasuki masa Prapaskah, masa puasa, masa pertobatan menuju bangkit bersama Yesus. Tuhan memberkati.