img

HARI JADI JAWA TIMUR KE 76 JAWA TIMUR BANGKIT

Penulis: Dwi | Terbit: 12 Oktober 2021 | Dibaca: 78 kali

YosukeNewsJawa Timur merupakan salah satu provinsi yang terletak di Pulau Jawa dan merupakan salah satu dari delapan provinsi pertama di Indonesia. Tahun ini, Jawa Timur telah berusia 76 tahun. Menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur  Nomor 6 Tahun 2007, Hari Jadi Provinsi di Jawa Timur ditetapkan pada tanggal 12 Oktober. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950.

Pelantikan Gubernur Jawa Timur pertama diselenggarakan pada 5 September 1945. R.M.T Soeryo diberi waktu hingga 11 Oktober untuk menyelesaikan tugasnya di Bojonegoro. Setelah semua selesai, barulah ia dikirim ke Surabaya, Ibukota Jawa Timur untuk menjalankan tugas barunya sebagai gubernur. Dari sinilah ditetapkannya tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi lain di Pulau Jawa, yaitu seluas 47.803,49  km². Provinsi ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa di utara, Selat Bali di timur, Samudera Hindia di Selatan, dan Provinsi Jawa Tengah di barat. Suku Jawa, Suku Osing, Suku Madura, dan orang Tionghoa-Indonesia adalah etnis yang mendiami provinsi ini. Mayoritas dari mereka memeluk agama Islam dengan persentase 94% dan sisanya menganut agama lain seperti Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

     Jargon provinsi Jawa Timur yaitu Jer basuki mawa beya yang memiliki arti yaitu segala keberhasilan membutuhkan biaya, masih menjadi cita-cita bersama yang harus gigih diupayakan. Diyakini, Jer Basuki bisa terwujud dengan bekal kesuburan alam yang melimpah di darat, di permukaan laut, dan di dalam bawah laut. Hanya dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, blusukan membaca realita. Bukan kepemimpinan berdasar teori dan jebakan rutinitas protokoler.

Jawa Timur Bangkit menjadi tema pada hari jadi ke 76 tahun ini, hal ini selaras dengan upaya pemprov yang selama setahun terakhir berjuang mengatasi covid-19. Dengan tema Jatim Bangkit diharapkan seluruh masyarakat saat ini benar-benar memiliki semangat untuk bangkit kembali dalam menata perekonomian yang sempat tak berdaya karena covid

Dalam rangka hari jadi Jatim ke 76 ini SMAK Yos Sudarso sebagai lembaga sekolah yang berada dibawah naungan pemprov juga ikut serta mewujudkan tema dan jargon provinsi Jatim. Salah satu keikutsertaan kita dengan memasang banner di lingkungan sekolah kita. Ada lagi yang lebih penting dari itu yaitu sebagai lembaga sekolah kita sudah mulai bangkit dengan melaksanakan pembelajaran tatap muka, walaupun intensinya belum sepenuhnya normal seperti dulu.

Seperti jargonya, Jatim memang membutuhkan biaya untuk menumbuhkan semangat anak didik dalam melakukan pembelajar luring. Biaya dalam artian kerja keras dan ketelatenan untuk menyemangati anak-anak supaya masuk sekolah dan konsentrasi lagi dalam belajar di kelas. Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa pembelajaran daring memang lebih memerdekakan siswa dalam belajar, tetapi juga ada sisi negatifnya yaitu anak-anak sedikit lebih kendor dalam urusan kedisiplinan.

Dengan semangat Jatim Bangkit kita mau mengencangkan kembali semangat belajar dan kedisiplinan siswa-siswi SMAK Yosuke. Kita harus cepat bangun dari nina bobo covid-19 karena perkembangan zaman terus berjalan dan tidak memandang situasi. Kita harus segera menata kembali kehidupan kita, semangat belajar kita seperti pada masa normal dulu kalau kita tidak mau semakin jauh tertinggal. Bangkitlah Jawa Timur, Bangkitlah Yosuke untuk masa depan yang gemilang.