img

MENANCAPKAN PERSATUAN NASIONAL DAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN DI YOSUKE

Penulis: Dedy | Terbit: 23 April 2021 | Dibaca: 157 kali

YosukeNews-Acuan konseptual yang meliputi 12 poin seperti yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 tentang KTSP, salah satu poinnya adalah Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

Implementasi yang dilakukan SMA Katolik Yos Sudarso Kepanjen adalah tampak dari program kerja OSIS Yosuke, Seksi Bidang III Seksi pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela Negara.  Elisabet Mote, siswi kelas XI MIPA Yosuke, ketua seksi bidang III memaparkan program kerjanya yang meliputi upacara bendera tiap hari Senin dan hari besar baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Juga adanya beberapa peserta didik yang ikut kegiatan ekstra kurikuler wajib Kepramukaan. Setiap hari saat pembelajaran luring seluruh siswa diajak untuk menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambang-lambang negara  Disisipkan pula pembelajaran berkarakter dalam setiap mata pelajaran. Selain itu peringatan hari besar nasioanal di sekolah  juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan  rasa nasinalisme dan nilai-nilai kebangsaan di Yosuke.

Siswi yang berasal dari Kabupaten Deiyai Provinsi Papua ini mengatakan “Program kerja di seksi bidang III ini sangat penting dilakukan dan dilaksanakan mengingat Yosuke peserta didiknya ada yang berasal dari Provinsi Papua  dan Papua Barat seperti saya, Sabah Malaysia melalui program repatriasi.” Repatriasi adalah kembalinya suatu warga negara dari negara asing yang pernah menjadi tempat tinggal menuju tanah asal kewarganegaraannya. Masih menurut Elis, sapaan Elisabet Mote “nantinya jika sudah pembelajaran normal berlangsung dan diijinkan untuk melaksanakan upacara, petugas upacranya akan dipilih siswa-siswi yang beraasal dari program ADEM Papua dan Papua Barat, serta program reptriasi, selain siswa-siswi yang berasal dari Malang. Ini salah satu cara juga untuk memumbuhkembangkan rasa nasionalisme di Yosuke”, paparnya. Menumbuhkembangkan nilai persatuan dan nilai-nilai kebangsaan sangat penting, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI harga mati. Majulah Sekolahku Jayalah Bangsaku. Go Yosuke go go Yosuke!