img

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI YOSUKE

Penulis: Dedy | Terbit: 01 Oktober 2021 | Dibaca: 85 kali

YosukeNewsApa itu pembelajaran berdiferensiasi?. Pembelajaran berdiferensiasi adalah proses atau filosofi untuk pengajaran efektif dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten, mengolah, membangun, atau menalar gagasan, mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Proses mendiferensiasikan pelajaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari masing-masing siswa (Wikipedia Indonesia).

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan: 1) Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang ”mengundang” murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya; 2) Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya; 3) Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan; 4) Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda; 5) Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif (Bahan Bacaan Diklat Calon Kepala Sekolah, Coaching dalam Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan, halaman 2).

Pembelajaran Berdiferensiasi (PB) akan di SMAK Yos Sudarso Kepanjen (Yosuke) diawali dengan paparan Pembelajaran Berdiferensiasi dan perangkat pembelajaran yang juga harus menyesuaikan dengan pelaksanaan PB oleh Ibu Titi Setiyaning Wati, S.Pd., M.si. selaku Pengawas SMA Kabupaten Malang bertepatan dengan perkenalan Beliau sebagai Pengawas Sekolah yang baru untuk Yosuke. Sekolah berupaya mendorong tenaga pendidik di Yosuke memahami PB dan melaksanakan PB saat proses pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada siswa adalah proses, cara perbuatan menjadikan siswa aktif belajar dengan mempertimbangkan karakteristik pada diri siswa yang akan belajar. Karakteristik setiap siswa digunakan sebagai dasar dalam perancangan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Pelaksanaan PB di Yosuke diharapkan pula dapat mewujudkan ”student wellbeing”, siswa merasa bahagia saat mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian diharapkan Yosuke dapat menjadi sekolah yang melayani siswa dengan lebih baik lagi. Go Yosuke Go Go Yosuke!