img

PLUS-MINUS Pembelajaran model DARING

Penulis: Matoha, | Terbit: 27 Juli 2021 | Dibaca: 453 kali

YosukeNewsEra digital telah membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat seolah-olah dipaksa untuk “bermigrasi” dari cara manual ke media digital dalam menjalani kehidupan mereka, salah satunya adalah dalam sektor pendidikan. Pembelajaran berbasis digital atau lebih dikenal dengan e-learning semakin banyak dimanfaatkan oleh SMAK YOS SUDARSO KEPANJEN

Di tengah merebaknya wabah COVID-19 belakangan ini, menerapkan pembelajaran berbasis digital atau e-learning sangat bermanfaat untuk melindungi peserta didik dari penyebaran virus COVID-19. Apalagi pemerintah sudah mengimbau agar masyarakat dapat beraktivitas di rumah sebagai upaya physical distancing atau menjaga jarak fisik untuk menekan penyebaran virus. Namun, tidak seperti namanya yang terdengar canggih, penerapan e-learning juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah :

1. Dapat diakses dengan mudah

Cukup menggunakan smartphone atau perangkat teknologi lain seperti laptop yang terhubung dengan internet peserta didik sudah bisa mengakses materi yang ingin dipelajari. Dengan menerapkan e-learning peserta didik dapat melakukan kegiatan pembelajaran di mana saja, kapan saja.

2. Biaya lebih terjangkau

Tentunya, kita semua ingin menambah ilmu pengetahuan tanpa kendala keuangan. Dengan bermodalkan paket data internet, peserta didik dapat mengakses berbagai materi pembelajaran tanpa khawatir ketinggalan pelajaran apabila tidak hadir. Pemerintah pun juga sudah memberikan kuota Gratis bagi pelaku pendidikan. Bahkan di SMAK YOS SUDARSO sudah menggunakan akun belajar Google Workspace for Education (GWFE) sejak setahun yang lalu, dan pada Tahun Pelajaran 2021 / 2022 sudah akan menggunakan akun belajar.id yang diberikan dari pemerintah.

3. Waktu belajar fleksibel

Biasanya kebanyakan orang yang ingin belajar lagi tidak memiliki waktu yang cukup. Salah satu alasannya mungkin karena waktu peserta didik sudah digunakan untuk kegiatan menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang porsinya lebih banyak.  Pembelajaran berbasis digital atau e-learning ini adalah solusinya. Waktu untuk belajar bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat dengan jam belajar. Ini akan menguntungkan peserta didik apabila dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

4.  Wawasan yang luas

Dengan menerapkan e-learning, tentunya Anda akan menemukan banyak hal yang semula belum Anda ketahui. Hal ini disebabkan beberapa materi pelajaran yang tersedia pada e-learning belum tersedia dalam media cetak seperti buku yang sering digunakan dalam metode belajar-mengajar konvensional. Berbeda dengan pembelajaran melalui tatap muka yang dilakukan dengan membaca buku.

Sedangkan Kekurangan penerapan e-learning adalah :

1. Keterbatasan akses internet

Salah satu kekurangan metode pembelajaran e-learning adalah terbatasnya akses internet. Jika peserta didik berada di daerah yang tidak mendapatkan jangkauan internet stabil, maka akan sulit bagi Anda untuk mengakses layanan e-learning. Hal ini tentunya masih banyak terjadi di Indonesia mengingat beberapa daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) masih belum terjangkau akses internet.  Terlebih perserta didik di SMAK YOS SUDARSO ada yang berdomisili di Papua dalam mengikut pembelajaran secar Daring.

2. Berkurangnya interaksi dengan pengajar

Beberapa metode pembelajaran e-learning bersifat satu arah. Hal tersebut menyebabkan interaksi pengajar dan siswa menjadi berkurang sehingga akan sulit bagi Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang sukar dipahami. 

3. Pemahaman terhadap materi

Materi yang diajarkan dalam e-learning direspon berdasarkan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan si pengguna. Beberapa peserta didik mungkin dapat menangkap materi dengan lebih cepat hanya dengan membaca, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama sampai benar-benar paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.

4. Minimnya Pengawasan dalam Belajar

Kurangnya pengawasan dalam melakukan pembelajaran secara daring membuat peserta didik kadang kehilangan fokus. Dengan adanya kemudahan akses, beberapa pengguna cenderung menunda-nunda waktu belajar. Perlu kesadaran diri sendiri agar proses belajar dengan metode daring menjadi terarah dan mencapai tujuan. 

 

Solusi yang dapat dilakukan oleh tenaga Pendidik adalah dengan melakukan model pembelajaran melalui fitur G-Meets dan fitur-fitur lain dalam GWFE sehingga terjadi komunikasi dua arah yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan ketercapaian hasil belajar peserta didik. Dan juga menyiapkan sarana dan prasarana sekolah untuk dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. 

Dan sesuai dengan formulir dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) tentang syarat-syarat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) TERBATAS, yang telah dikirim ke sekolah-sekolah seluruh Indonesia, sebenarnya SMAK YOS SUDARSO telah dinyatakan siap untuk melaksanakannya, tinggal menunggu Verval saja.

Dari sisi Tenaga pendidik dan Kependidikan bahkan sudah 100% menerima vaksinasi COVID-19 tahap 2 (dua) sebagai salah satu syarat melaksanakan PTM Terbatas.

Sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan seperti Bilik Disinfektan, Hand Sanitizer, Tempat Cuci tangan, Thermogun, Masker, setting kelas dan aturan-aturan  serta penanda-penanda lain juga telah memenuhi syarat. Salam sehat...