img

SELALU BERBUAT BAIK

Penulis: Dedy | Terbit: 03 November 2023 | Dibaca: 239 kali

YosukeNews - ”Selalu berbuat baik, setiap orang senantiasa berkeinginan untuk berbuat baik. Berbuat kebaikan untuk diri sendiri dan terutama berbuat kebaikan untuk orang lain. Rasul Paulus saat berada di kota Roma, agak sedikit jengkel karena orang-orang di kota Roma ada yang menghalang halangi orang untuk berbuat baik. Dan ada orang yang berbuat jahat terhadap orang yang berbuat baik.

Perbuatan baik sebenarnya bisa timbul dari dalam diri manusia jika manusia itu sudah mengalami anugerah dan kasih Kristus. Oleh sebab itu marilah kita senantiasa berbuat baik kepada siapapun dan dimanapun kita berada.” Demikian homily yang disampaikan oleh Romo Agustinus Maryanto, O.Carm dalam misa Jumat Pertama sekolah-sekolah Katolik Komplek Kepanjen. Misa Jumat Pertama ini selalu dilaksanakan di lingkungan sekolah-sekolah Katolik komplek Kepanjen. Pada misa ini SMAK Yos Sudarso bertugas sebagai petugas liturgi, mereka merasa senang bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dan berharap saat misa-misa yang akan datang mereka bisa ambil bagian dalam tugas yang lain.

Misa Jumat dilaksanakan pada Jumat pagi di setiap gereja. Misa Jumat Pertama merupakan bentuk devosi terhadap Hati Kudus Yesus yang sering menderita karena cinta-Nya kepada manusia tak berbalas, dan kita melukai HatiNya. Maka, tujuan asli dari Misa Jumat Pertama itu adalah sebuah penghormatan istimewa dan sebagai silih atas penghinaan yang dilakukan orang pada Sakramen Mahakudus. Kebaktian kepada Hati Kudus Yesus memang sudah sangat tua, karena dalam pengertian Alkitab, hati itu sumber dan pusat kehidupan manusia. Boleh dikatakan hati itu hampir sama dengan seluruh pribadi manusia. Maka dari itu, menghormati Hati Kudus Yesus berarti menghormati seluruh pribadi Yesus, utamanya pusat pribadi-Nya Yang Mahakudus, yang memancarkan kasih dan kerahiman-Nya. Devosi ini berasal dari penampakan Yesus kepada Santa Maria Margareta Alacoque di Prancis antara tahun 1673 dan 1675. Yesus mengungkapkan, bahwa banyak orang tak menghormati dan telah menyangkal-Nya. Sebagai silih dan pepulih atas dosa-dosa manusia, Yesus meminta lewat Maria Margaretha untuk menghormatiNya secara khusus dengan menerima Sakramen Mahakudus sesering mungkin setiap hari Jumat pertama.

Mengapa hari Jumat? Karena hari Jumat adalah hari Yesus wafat di salib dengan lambung, hatiNya yang tertembus tombak. Mengapa harus hari Jumat Pertama dan bukan setiap hari Jumat? Hari Jumat pada bulan baru menunjuk pada permulaan yang baik untuk menata dan menjalani kehidupan yang dipercayakan Tuhan bagi kita sehingga menjadi lebih bermutu dan bermartabat. Devosi umat pada hari Jumat Pertama menjadi semakin menarik karena orang percaya kepada janji-janji Yesus bagi mereka yang rajin menghormati Hati Kudus-Nya. Yang dijanjikan Yesus antara lain: kedamaian, kekuatan bagi yang lemah, penghiburan dalam dukacita. Janji itu mencakup juga janji pengampunan dosa dan penerimaan Sakramen sebelum mati bagi mereka yang menerima Komuni Kudus setiap Jumat pertama berturut-turut selama 9 bulan.

Go Yosuke go go Yosuke!