img

Belajar Kurikulum Merdeka untuk Mewujudkan Merdeka Belajar

Penulis: Dedy | Terbit: 18 April 2022 | Dibaca: 1950 kali

YosukeNewsDalam upaya mengenalkan dan menyiapkan sekolah-sekolah Katolik di Keuskupan Malang, maka Komosi Pendidikan Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Malang mengadakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka. Acara ini diadakan di gedung serbaguna SMAK Kolose Santo Yusup Kota Malang, dilaksankan pada hari Senin dan Selasa, 4-5 April 2022. Adapun narasumbernya adalah ibu Dr. Ninik Kristiani, M.Pd, Pengawas Cabang Dinas Kota Malang.

Dalam paparan materi Ibu Ninik, sapaan akrab Ibu Dr. Ninik Kristiani, M.Pd, menyampaikan materi tentang Kurikulum Merdeka. Kerangka Dasar, rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Serta mengembangkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik. Ibu Ninik juga menjelaskan bagaimana cara membuat silabus dengan paparan capaian pembelajaran dan juga alur tujuan pembelajaran. Komponen silabus di dalamnya juga ada karakter atau profil pelajar Pancasila yang akan ditumbuhkembangkan pada peserta didik saat proses pembelajaran. Setelah menyusun silabus, peserta workshop dibimbing untuk membuat modul ajar. 

Kompetensi yang Akan Dituju, capaian Pembelajaran yang disusun per fase. Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi. SMA/sederajat terdiri dari:  1) Fase E (umumnya setara dengan kelas X SMA), 2) Fase  F (umumnya setara dengan kelas XI dan XII SMA)

Setruktur Kurikulum, struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu: 1) pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan 2) projek penguatan profil pelajar Pancasila. Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan. Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi. Mata pelajaran IPA dan IPS di Kelas X SMA belum dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik. Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari lima mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya. Di kelas X peserta didik mempelajari mata pelajaran umum (belum ada mata pelajaran pilihan). Peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat di kelas XI dan XII. Peserta didik memilih mata pelajaran dari kelompok mata pelajaran yang tersedia. Peserta didik menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan

Pembelajaran, menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik. Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30% jam pelajaran)

Penilaian, penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik. Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Perangkat Ajar yang disediakan pemerintah, buku teks dan buku non-teks. Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan pendidikan.

Perangkat kurikulum, panduan Pembelajaran dan asesmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan Program Pembelajaran Individual, modul layanan bimbingan konseling.

Di tahun ajaran 2022/2023 diharapkan sekolah-sekolah Katolik di Keuskupan Malang bisa melaksanakan Kurikulum Merdeka. Sekolah-sekolah bisa memilih opsi 1 Mandiri Belajar, yaitu menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, dengan tetap menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2013 yang disederhanakan. Opsi 2 Mandiri Berubah, yaitu menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah di sediakan. Opsi 3 Mandiri Berbagi, yaitu menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar. Pemilihan opsi diserahkan kepada sekolah masing-masing, karena kondisi tiap sekolah di Keuskupan Malang tidak sama. Belajar terus belajar Kurikulum Merdeka uatuk mewujudkan Merdeka Belajar.