img

PERINGATAN HARI ARWAH SEDUNIA SEKOLAH KATOLIK KOMPLEK KEPANJEN

Penulis: Dedy | Terbit: 02 November 2023 | Dibaca: 207 kali

YosukeNews - Tentang Hari Arwah Sedunia, dilansir situs web Katolisitas, Hari Arwah Sedunia dirayakan sehari setelah Hari Orang Kudus atau All Saints Day pada 1 November. Hari Arwah Sedunia ditetapkan untuk mengenang dan mempersembahkan doa atas nama semua orang beriman yang telah wafat agar mereka bergabung dengan para orang kudus di surga. Karena makna Hari Orang Kudus dan Hari Arwah Sedunia begitu dekat, menurut katolisitas.org, gereja-gereja biasa merayakannya secara berurutan. Dikutip dari britannica.com, doktrin Katolik Roma menyatakan, doa umat beriman di bumi akan membantu membersihkan jiwa mereka agar sesuai dengan visi Tuhan di surga, dan hari itu didedikasikan untuk doa dan peringatan.
Dalam momen Hari Arwah Sedunia 2 November, biasanya diadakan Misa Requiem, banyak orang yang mengunjungi dan terkadang menghiasi makam orang-orang yang mereka cintai.

Sejarah Hari Arwah Sedunia, dalam situs katolisitas.org disebutkan, umat Kristiani mendoakan keluarga mereka yang telah wafat sejak masa awal agama Kristiani. Para Bapa Gereja, yaitu Tertullian dan St. Cyprian, juga mengajarkan praktik mendoakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal. Pada hari-hari awal, nama-nama jemaat yang wafat dituliskan di atas plakat diptych. Pada abad ke-6, Komunitas Benediktin memperingati jiwa-jiwa mereka yang meninggal pada hari perayaan Pentakosta. Perayaan hari arwah menjadi peringatan universal, di bawah pengaruh Rahib Odilo dari Cluny tahun 998, ketika ia menetapkan perayaan tahunan di rumah-rumah ordo Beneditin pada tanggal 2 November, yang kemudian menyebar ke kalangan biara Carthusian.

Beberapa kalangan meyakini bahwa asal usul Hari Arwah dalam cerita rakyat Eropa dan kepercayaan umum yang berkaitan dengan kebiasaan penghormatan leluhur  yang dipraktikkan di seluruh dunia, melalui acara-acara sepertiUlambana Tionghoa dan Obon Jepang. Kebiasaan bangsa Romawi kuno adalah Lemuria.

Peringatan secara resmi atas para orang suci dan martir (Hari Semua Orang Kudus) telah ada dalam Gereja Kristen awal sejak legalisasinya, dan di samping itu dikembangkan juga suatu hari untuk memperingati semua orang yang telah meninggal (Hari Semua Jiwa). Tanggal perayaan modern untuk Hari Arwah pertama kali dipopulerkan pada awal abad ke-11 setelah Abbss Odilo menetapkannya sebagai suatu hari bagi para rahib dari Biara Cluny dan semua biara terkait agar berdoa bagi jiwa-jiwa di api penyucian (purgatorium). Banyak tradisi Eropa yang mencerminkan dogma purgatorium. Misalnya, membunyikan lonceng bagi yang telah meninggal diyakini akan menghibur mereka yang dalam penyucian, sedangkan berbagi kue jiwa dengan kaum miskin membantu mereka memperoleh sedikit kelonggaran dari penderitaan purgatorium. Dengan cara yang sama, menyalakan lilin dimaksudkan untuk menyalakan seberkas cahaya bagi arwah atau jiwa yang telah meninggal dunia yang masih merana dalam kegelapan. Dari semua ini berkembang tradisi souling (memberi roti/kue kepada kaum miskin untuk meringankan penderitaan jiwa di purgatorium) dan membuat roti atau kue khusus. 

Pada hari ini Kamis, 2 November 2023 sekolah-sekolah Katolik kompleks Kepanjen untuk pertama kali mengadakan ibadah arwah di gereja paroki Santa Maria Tak Bernoda Kepanjen. Ibadah dipimpin oleh Bapak Yohanes Santoso, S.Ag guru Pendidikan Agama Katolik SDK Yos Sudarso Kepanjen. Ibadah dapat berjalan dengan lancar semua peserta dapat mengikuti dengan hikmat, dan setelah selesai ibadah yang sudah menuliskan nama-nama kerabat yang sudah meninggal di secarik kertas, membakar kertas tersebut di depan pintu masuk gereja ditempat yang telah tersedia. Hari Arwah Sedunia 2 November juga mengajak umat untuk merenungkan makna kematian, dengan mendoakan sanak kerabat yang telah meninggal lebih dulu. Yang berasal dari Allah akan kembali ke Allah yang berasal dari debu dan tanah akan kembali menjadi debu dan tanah. Dan ini juga mengingatkan kepada kita jika kehidupan dan kematian manusia sudah ditentukan oleh Allah. Jadi selama kita masih hidup berziarah di dunia ini kita diharapkan bisa berziarah dengan ucapan syukur senantiasa kepada Allah atas semua yang diberikan Allah kepada kita. Selalu bersyukur dan senantiasa bersyukur. 

Go Yosuke go go Yosuke!